Petunjuk Teknis Dan Penyerahan Pengesahan P2K3 Oleh DISNAKERTRANSDUK Kabupaten Klaten Kepada Kebun Tembakau Klaten

Petunjuk Teknis Dan Penyerahan Pengesahan P2K3 Oleh DISNAKERTRANSDUK Kabupaten Klaten Kepada Kebun Tembakau Klaten

Komitmen Managemen PTPN X dalam rangka penerapan Sistem Managemen Keselamatan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) terus disosialisasikan ke semua unit. Menindaklanjuti sosialisasi dengan tema “Membangun Budaya K3 dalam Rangka Persiapan Penerapan SMK3 di Kebun Tembakau”, langkah awal untuk menuju penerapan Sistem Managemen Keselamatan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) Kebun Tembakau Klaten dengan pembentukan Panitia Pembina Keselamatan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) dan telah dikirimkan ke Disnakertransduk untuk mendapatkan pengesahan.

Bertempat di Show Room Gudang Pengolah Wedibirit Kebun Tembakau Klaten pada tgl 14 November 2014 dilakukan penyampaian petunjuk teknis dan penyerahan pengesahan P2K3 oleh Disnakertransduk Kabupaten Klaten.

PENYERAHAN PENGESAHAN P2K3 perkecil

Penyerahan P2K3 Kebun Tembakau Klaten Continue reading

Advertisements

FILOSOFI BUDIDAYA TEMBAKAU CERUTU VORSTENLANDEN

FILOSOFI BUDIDAYA TEMBAKAU CERUTU VORSTENLANDEN

 TEMBAKAU CERUTU VORSTENLANDEN

Dikenal dengan nama Vorstenlanden, karena daerah penanamannya di daerah antara Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, dan berpusat di Klaten. Tembakau Cerutu Vorstenlanden yang diusahakan ada jenis Vorst-NO (Vorstenlanden Na – Oogst) dan VBN (Vorstenlanden Bawah Naungan).

  1. Vorst-NO / ( Vorstenlanden Na – Oogst )

Tembakau yang ditanam pada saat musim kering dan dipanen pada saat musim hujan, tanpa rumah naungan. Dalam pengusahaan tembakau ini terdapat banyak kendala dibandingkan tembakau bawah naungan, mempunyai resiko yang tinggi antara lain hujan, angin dan hama. Potensi kualitas D/O yang dihasilkan 50%.

  1. VBN / (Vorstenlanden Bawah Naungan)

Tembakau yang ditanam dan dipanen pada saat musim kering. Pada hakekatnya merupakan tembakau NO yang direkayasa pada musim VO, ada penambahan rumah naungan dan spraying sebagai pengganti hujan, yang merupakan persyaratan tembakau sebelum dipetik harus pernah mendapatkan curah hujan minimal 100 mm. Dalam pengusahaan tembakau VBN resiko yang dihadapi lebih rendah dibandingkan tembakau NO, hama maupun penyakit terkendali, pengelolaannya lebih mudah, kualitas dekblad yang dihasilkan bisa mencapai 90%. Continue reading

Diskusi Proteksi Tanaman Menyongsong MTT. 2015/2016

Diskusi Proteksi Tanaman Menyongsong MTT. 2015/2016

Dalam rangka menyongsong MTT. 2015/2016 pada tanggal 01 November 2014 telah dilaksanakan presentase dan diskusi proteksi tanaman tembakau Vorstenlanden dengan menghadirkan Bapak Dr. Ir. Sedyo Hartono, MP dari Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mengenai pengelolaan penyakit virus krupuk tembakau PT PTPN X Klaten, bertempat di Penelitian Tembakau Klaten. Acara dihadiri oleh Karyawan Pimpinan Penelitian Tembakau Klaten dan Kebun Tembakau Klaten.. Continue reading

Training Farm Penerapan Baku Teknis Penanaman Tembakau Vorstenlanden

Training Farm Penerapan Baku Teknis

Penanaman Tembakau Vorstenlanden

 Salah satu faktor pembatas produktivitas dalam penanaman tembakau Vorstenlanden adalah kesulitan tenaga kerja baik jumlahnya maupun ketrampilannya. Tenaga kerja konvensional sudah semakin tua usianya, sedangkan tenaga muda banyak terserap pada proyek pemerintah sedangkan tenaga dari luar daerah belum terampil dan harus melatih ketrampilannya terlebih dahulu.

Faktor pembatas tenaga kerja menjadi motivasi untuk terus beriinovasi di bidang mekanisasi, sudah dimulai dari pengolahan tanah maupun pembuatan saluran drainase / got yang merupakan salah satu titik kritis keberhasilan penanaman tembakau. Continue reading

Uji pendahuluan “gejoh malang I ( G 1 )” dengan cultivator

Uji pendahuluan “gejoh malang I ( G 1 )” dengan cultivator

Penanaman tembakau merupakan bubidaya yang padat dengan fase – fase pekerjaan pada proses pemeliharaan tanaman.  Untuk mendapatkan keragaan tanaman yang optimal dibutuhkan ketepatan dalam mengerjakan setiap fase pekerjaan.  Pada akhir – akhir ini untuk mencapai keragaan tanaman yang baik, faktor tenaga kerja menjadi pembatas utama.  Oleh karenanya mekanisasi dalam pemeliharaan tanaman menjadi salah satu solusi untuk mengatasi terbatasnya tenaga kerja.  Percobaan pemeliharaan tanaman dengan  mekanisasi kami laksanakan untuk mengerjakan fase pekerjaan gejoh satu / gejoh malang yang selama ini dilaksanakan dengan tenaga kerja manusia. Continue reading

Uji pendahuluan alat siram tanaman tembakau

Uji pendahuluan alat siram tanaman tembakau

Untuk mendapatkan keragaan tanaman yang seragam, salah satu metode adalah pemberian air yang seragam pada masa awal pertumbuhan tanaman yaitu pada tanaman umur H+1 s.d. tanaman H+12. Alat yang digunakan dengan paralon, air yang disedot dengan pompa air kemudian disambungkan dengan selang dan dimasukkan ke paralon. Paralon dijalankan oleh dua orang dari baris tanaman satu ke baris tanaman berikutnya, sehingga air yang diterima pada tiap – tiap tanaman relatif sama dalam waktu bersamaan, seperti metode drip irigasi berjalan. Hasil uji pendahuluan diketahui waktu yang digunakan dalam menyiram tanaman relatif cepat. Continue reading

Merenda Laba dari Limbah Tembakau

Merenda Laba dari Limbah Tembakau

Oleh

Stephanus Cahyo Hertanto, SP

Penelitian Tembakau Klaten

Tembakau sering dijuluki sebagai daun emas, terutama tembakau cerutu yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Sayang, banyak anggapan bahwa yang mempunyai nilai ekonomi tinggi hanya daun tembakau yang berpotensi kualitas NW atau bahan Dek saja. Bagian lain dari tanaman tembakau memungkinkan punya nilai ekonomi tinggi apabila diolah, diproses dan dimodifikasi sebagai produk lain yang dapat menambah profit bagi perusahaan. Akar, batang, daun tembakau bagian pucuk, bunga tembakau punya harapan untuk dimanfaatkan.

Akar dan batang tembakau seringkali masih dianggap sebagai limbah pertanian dan belum diolah secara baik. Sering kali untuk mengatasi limbah ini masih dilakukan dengan cara membakar batang dan akar tembakau. Hal ini dapat membuat dampak yang buruk bagi lingkungan dikarenakan batang dan akar masih mengandung nikotin sehingga asap hasil pembakaran mengandung zat-zat yang berbahaya bagi manusia. Agar tidak terus-menerus mencemari lingkungan maka perlu adanya upaya yang lain yang dapat mengolah limbah menjadi suatu bahan yang bermanfaat tetapi tidak berbahaya bagi lingkungan. Continue reading

System Pengklasifikasi Daun Tembakau Cerutu

System Pengklasifikasi Daun Tembakau Cerutu

Image

System Pengklasifikasi Tembakau Cerutu

Semakin sulitnya tenaga kerja di usaha perkebunan tembakau di proses on farm, menjadikan salah satu kendala belum tercapainya produktivitas, hal ini disebabkan oleh fase – fase pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan sesuai kebutuhan.  Mekanisasi pertanian sudah sangat mutlak dibutuhkan untuk mengatasi kendala tersebut.

Dalam jangka panjang kedepan perlu dipikirkan antisipasi kesulitan tenaga kerja di gudang pengolah.  Proses pengolahan tembakau cerutu pada saat ini membutuhkan tenaga kerja wanita dalam jumlah yang sangat banyak.  Diantaranya adalah untuk mengerjakan proses klasifikasi daun atau proses sortasi tembahkau.  Tahapan proses pengklasifikasi daun tembakau terdiri dari beberapa tahap.  Salah satu tahap yang dilakukan adalah memisahkan mutu tembakau berdasarkan warna.   Continue reading

Studi Banding Budidaya Tembakau dan Pasca Panen Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tulang Bawang

Studi Banding Budidaya Tembakau dan Pasca Panen

Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan

Kabupaten Tulang Bawang

 IMG_1994 dpeerkeciil

Rombongan studi banding di lokasi Los Pengering GT 21

Proses curing tembakau di lokasi GT 21

Pada hari Selasa, 19 November 2013 Penelitian Tembakau Klaten menerima kunjungan dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung.  Maksud kedatangan di Penelitian Tembakau Klaten adalah untuk studi banding budidaya tembakau dan pascapanen. Continue reading